Cara Kita Melihat Yang Baik Selalu Berbeda

Ada seorang pria sementara mencari istri. Dia punya banyak pilihan, tetapi begitu takut salah memilih dan akhirnya menyesal. Maka diputuskannya mengetes sendiri wanita mana yg akan dengan sabar mendampinginya kelak, baik dan akan selalu membuatnya nyaman. Kemudian di dekatilah beberapa wanita yg pernah dikenalnya begitu penyayang dan baik. Pada semua wanita itu dijanjikannya keseriusan, permohonan maaf atas kesalahan di masa lalu, dan perubahan sikap sebagai ganti memperbaiki kesalahan2 tsb. Sampai suatu hari salah satu dari si wanita mulai merasakan keraguan atas keseriusan si lelaki, dia merasa bahwa bukan satu-satunya wanita yg diseriusi oleh si lelaki. Dia pun bertanya kepada si lelaki tersebut. Sudah menjadi human base bagi wanita, insting yg kuat untuk merasakan bahwa pasangannya sementara berbohong. Tetapi si lelaki mengelak, bahkan cenderung marah dan kecewa pada wanita ini. Di benak si lelaki dia mulai menyimpulkan bahwa si wanita ini sudah bukan wanita yg baik untuk dia jadikan istri, karena membuatnya marah, kecewa dan tidak nyaman. Pertanyannya bagian mana dalam cerita ini yg salah?

Iklan
Kutipan

Banyak hal yang telah terjadi memberi kita banyak pelajaran…tidak pernah ada kelulusan di dalamnya.
Mungkin banyak dari kita lupa..bahwa air mata yang datang kemarin, kebahagiaan yang baru saja sedetik meninggalkan kita menjadi duka tidak pernah mau menghancurkan kita…tidak ada org yang pernah bersalah dalam hidup kita…
Kita sedang menjalani lakon…
Dimana kita berperan ganda…menjadi protagonis lalu antagonis…kita mengerti pelajaran yang datang hari ini, sejenak pula kita lupa pelajaran kemarin dulu…kita ulangan..kemudian kita remedial, mengulang yang tidak berujung…sehingga kesalahan yang sama tak lagi kita lakukan…tapi kita belum lulus…banyak ujian pelajaran dalam satu silabus kehidupan…tergantung kita tinggal kelas atau naik lebih baik lagi 🙂

Paham